Focal point


Apa itu focal point? Dalam desain arsitektur, focal point adalah elemen yang menarik perhatian karena lebih dramatik daripada elemen lainnya.  Focal point tidak harus berupa dinding dengan cat lebih gelap ataupun dengan warna lebih mencolok dari dinding lainnya. Focal point bisa berupa elemen kecil seperti furnitur, lampu, karya seni, bahkan karpet dan keramik.  Konsep utamanya adalah focal point harus mampu menjadi fokus dalam ruang. Sebuah ruang sangatlah kompleks, dengan berbagai elemen untuk mendukung fungsi ruang itu. Jadi, sangatlah masuk akal jika sebuah ruang dapat memiliki lebih dari satu focal point.  Keberadaan beberapa focal point akan membuat pandangan bergerak ke seluruh bagian ruang dan membuat ruang terasa lebih seimbang.

  • Aturan jumlah focal point  maksimal. Memang tidak ada batasan jumlah focal point  yang bisa dimiliki setiap ruang. Namun, pembatasan desain dengan maksimum tiga focal point  akan mempermudah memaksimalkan fungsi dan kenyamanan ruang. Pada ruang berukuran kecil, batasi maksimal dua focal point .  Memang ini bukan aturan baku, namun tetap memegang aturan ini akan memudahkan penciptaan ruang yang nyaman.

  • Tentukan focal point  yang dominan. Meskipun ruang memiliki beberapa focal point, namun harus ada focal point  yang dominan sebagai fokus utama. Seperti sebuah mikroskop dengan dua lensa fokus, namun fokus utamanya tetap preparat objek yang diamati. Keberadaan sebuah focal point  yang dominan akan membentuk struktur visual pada ruang.  Elemen utama pada sebuah ruang bisa menjadi focal point  dominan yang baik dan sangat mendukung fungsi serta kenyamanan ruang.

  • Jendela sebagai focal point. Keindahan yang ditawarkan dari cahaya dan pemandangan di luar jendela dapat menjadi focal point  pada ruang.

Featured Posts
Recent Posts